Rabu, 24 Maret 2010

Pantai Bangka Belitung


Anda akan merasakan suasana pantai yang masih alami di Bangka dan Belitung. Panorama alam pantai yang masih asri akan membuat perasaan senang, bahagia dan tentram. Yoo, kite ke pantai alam Bangka Belitung

Sabtu, 27 Februari 2010

Tapai sederhana

1. Ragi dan singkong yang bagus
2. Setelah dikupas, cuci bersih singkong lalu kerok bagian luarnya agar kesat.
3. Selama proses peragian simpan tape dalam daun pisang
4. Yang paling penting adalah menjaga semua bahan tape terciprat apalagi bersentuhan dengan minyak goreng. Intinya membuat tape harus benar2 HIGIENIS.

Tapai Enak

1. Masak ketan seperti memasak nasi. Kalau mau warna hijau seperti tape ketan muntilan, air untuk masak, dikasih pewarna. Kalau mau warna merah, kasih pewarna merah, jangan dikasih pewarna kuning :-)
2. Kalau sudah masak, ketan tersebut perlu dibiarkan supaya dingin. Mamaku dulu mendiamkannya 1/2 hari. Supaya benar-benar dingin, ditaruh di tampah yang dialasi daun pisang, kalau sekarang, alasin aja pakai plastik. Dibuat sedemikian rupa sehingga luas permukaan ketan jadi sebesar mungkin (dijereng-jereng)supaya cepet dingin.
3. Malamnya (pagi masak ketan), ketan tersebut ditaburi ragi tape. aku ndak tahu berapa banyak ragi tapenya. Seingatku, ragi tape dalam bentuk bulatan pipih diameternya kira-kira 3 cm, tebal 0.5 - 1.0 cm. Ambil aja dulu 2 - 3 buah. Ditumbuk sampai halus. Baru ditaburkan ke tape yang sudah dingin dan masih di tampah.
4. Siapkan tempat, boleh panci tapi mesti tahan asam. Ndak boleh panci aluminium. Panci tersebut dilapisi daun pisang di sisi dalam. Plastik juga boleh. Lalu buat larutan gula kira-kira 1 gelas. Berapa % kepekatan, aku ndak tau pasti. Misal 1 gelas air putih suhu kamar, jangan panas, kasih aja gula 20-30% pokoke lebih manis dari teh manis.
5. Pindahkan ketan dari tampah kedalam panci. Jangan seluruhnya langsung dipindah. Mindahnya layer demi layer di pancinya. 1 layer bisa 2-3 cm. Tiap layer disiram air gula merata. Terus lanjutkan sampai layer terakhir.
6. Tutup panci dengan daun pisang atau plastik di atasnya. Kalau nutupnya pakai plastik, mesti ditutup lagi pakai tutup panci. Intinya adalah jangan ada cahaya yang masuk. ragi suka yang gelap-gelap.
7. Diamkan saja selama 3-4 hari. Kalau aku dulu, ngemis-ngemis sama mamaku, supaya dibuka pada hari kelima. Biar alkoholnya keluar banyak.
8. Kalau resep di atas tidak / kurang enak, parameter yang bisa diubah adalah jumlah ragi dan konsentrasi air gula. Ragi juga berperan. Ada ragi yang bisa enak ada yang kurang enak.

* 2 tahun lalu (chndram/net)

Sabtu, 09 Januari 2010

Aku ke bandung, mengenang Asyura pas liburan lagi. Agenda lainnya cari kawan kuliah dulu, dapat hanya empat orang, Malki Sidik, Firmansyah diyata dan Amin Mustakim. Yang lain pada entah kemana, maklumlah sudah 12 tahun.

Kamis, 12 November 2009

Negara Kacau

Sebenarnya sangat mudah mengelola negara ini. Ingatlah komitmen para pejuang kita, Indonesia harus bebas dari penjajahan. Tapi Indonesia dari tahun ke tahun semakin dijajah oleh bangsa bukan hanya dari kulit putih, kuning, merah bahkan kulit hitam pun mau menjajah Indonesia. Mengapa, karena bangsa ini tidak menghargai jerih payah pahlawan, anak-anak dan cucu mereka. Apalagi menghargai jasa pahlawan yang tidak dikenal. Alih-alih pahlawan tanpa tanda jasa. Anak-anak muda Indonesia yang pintar masih kesulitan memilih sekolah yang sesuai dengan keinginan intelektual, malah terpaksa harus menyesuaikan dengan kemampuan kantong saku orang tua. Mereka yang berdompet, menghambur-hamburkan uang melancong ke luar negeri. Sedangkan anak negeri kelaparan di negeri yang subur ini. Pejabat pilih kasih kalau mau nolong rakyat. Hakim pilih kasih memutuskan perkara si kaya atau si miskin. Citra polisi semakin terpuruk oleh ulah oknumnya. Pemerintah bertindak setengah-setengah dan setengah hati. Pada akhirnya, alim ulama saling tuding dan klaim bahwa mereka yang paling benar dan berhak memberi fatwa. Indonesia segera menjadi negara yang meninggalkan nama besar berupa puing-puing kehancuran yang tersisa, seperti bangsa Arya, Mesir, Persia dan Mongol yang barbar.
Powered By Blogger

Menurut Anda apakah Bangka Belitung propinsi mandiri ?